Jumat, 10 Mei 2013

Perdagangan Internasional dalam Sistem Gatt dan WTO



Judul                           : Perdagangan Internasional dalam Sistem Gatt dan WTO
Pengarang                  : Dr. Hata, SH., MH.
Penerbit                     : Refika Aditama

DAFTAR ISI

BAB I               PENDAHULUAN
BAB II   FAKTOR-FAKTOR EKONOMI DAN POLITIK YANG MEMPENGARUHI PERDAGANGAN INTERNASONAL
A.      Teori-teori Ekonomi tentang Perdagangan Internasional
B.      Aspek-aspek Politik Perdagangan Internasional
-          Tata Ekonomi Internasional Baru
C.      Pengaruh Faktor-faktor Non-Hukum Terhadap Implementasi GATT
BAB III             ASPEK-ASPEK HUKUM PENGATURAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM GATT 1947 DAN WTO
A.      Prinsip-prinsip Hukum yang Mendasari Pengaturan Perdagangan Internasional
1.      Prinsip-prinsip Utama
2.      Prinsip-prinsip GATT 1947
3.      Prinsip-prinsip Baru GATT
4.      Sifat Hukum GATT dan WTO
B.      Beberapa Aspek Kelembagaan
1.      Kelembagaan dalam GATT
2.      Committee on Trade and Development
3.      Working Parties
4.      Interim Commission For The Internasional Trade Organization (ICITO)
5.      Hubungan GATT dengan PBB
6.      World Trade Organization (WTO)
C.      Beberapa Ketentuan Substantif
1.      Tarif dan Hambatan Non-Tarif (Non-Tariffs Barriers)
2.      Ketentuan-ketentuan yang sering menjadi objek sengketa
BAB IV             PERKEMBANGAN MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA DALAM GATT DAN WTO
A.      Produser Penyelesaian Sengketa dalam GATT serta Kebiasaan-kebiasaan dan Kesepakatan yang Menyempurnakannya
1.      Keanekaragaman Prosedur Penyelesaian Sengketa GATT
2.      Prosedur Pennyelesaian Sengketa Pasal XXII
3.      Penyelesaian Sengketa Menurut Pasal XXIII GATT
4.      Kelemahan-kelemahan Prosedur Penyelesaian Sengekata Pasal XXIII
5.      Hasil-hasil Perundingan Tokyo Round
B.      Paham Legalistik (Rule Oriented) dan Non-Legalistik (Power Oriented) Dalam Memandang Proses Penyelesaian Sengketa GATT
1.      Amerika Serikat
2.      Jepang
3.      Negara-negara Berkembang
C.      Prosedur Penyelesaian Sengketa WTO Sebagai Perwujudan Tekad Negara-negara Anggota untuk Menciptakan Aturan yang Lebih Mengikat
1.      Putaran Uruguay (1986-1993)
2.      Understanding On Rules and Procedures Governing The Settlement of Disputes, December 15, 1993
3.      Kesatuan Prosedur yang Mengikat
D.     Arah Penyelesaian Kasus-kasus yang Berpengaruhi Terhadap Perkembangan Hukum GATT
BAB V              PENYELESAIAN SENGKETA GATT DAN WTO DALAM PERSPEKTIF PENEGAKAN HUKUM INTERNASIONAL SERTA IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA
A.      Pengaruh Berakhirnya Perang DIngin Terhadap Perkembangan dan Penegakan Hukum Internasional
1.      Hukum Internasional Tradisional
2.      Pandangan Komunisme Terhadap Hukum Internasional
3.      Pembaruan Hukum Internasional
4.      Pengaruh Lunturnya Konflik Ideologi Terhadap Hukum Inernasional
B.      Mekanisme Penyelesaian Sengketa GATT dan WTO Ditinjau dari Segi Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional
1.      Mekanisme Penyelesaian Sengketa Sebagai Bagian dari Pengawasan Internasional (Internasional Supervision)
2.      Hubungan dengan Metoda-metoda Penyelesaian Sengketa Internasional
3.      Sanksi (Remedies)
4.      Hubungan dengan Mahkamah Internasional (Internasional Court of Justice)
5.      Masalah Akses
C.      Kontribusi Mekanisme Penyelesaian Sengketa GATT dan WTO Terhadap Perkembangan dan Penegakan Hukum Internasional
1.      Penyempurnaan Prosedur Penyelesaian Sengketa Melalui GATT ke Arah Konsistensi Pelaksanaannya
2.      Pembaruan dalam Keanekaragaman
3.      Ke Arah Hukum Internasional yang Mengikat
D.     Indonesia dalam GATT dan WTO
1.      Keterlibatan Indonesia dalam GATT
2.      Indonesia dalam Putaran Uruguay
3.      Keterlibatan Indonesia dalam Penyelesaian Sengketa Perdagangan
4.      Indonesia dan WTO
BAB VI             DINAMIKA WTO
A.      Konperensi-konperensi Tingkat Menteri WTO
1.      Konperensi Tingkat Menteri WTO I di Singapura Tahun 1996
2.      Konperensi Tingkat Menteri WTO II di Jenewa Tahun 1998
3.      Konperensi Tingkat Menteri WTO III di Seattle Tahun 1999
4.      Konperensi Tingkat Menteri WTO IV di Doha Tahun 2001 dan Deklarasi Para Menteri tanggal 14 Nopember 2001
5.      Konperensi Tingkat Menteri WTO V di Cancun, Mexico, 10-14 September 2003
6.      Pernyataan Para Menteri
7.      KTM WTO VI di Hongkong, 13-18 Desember 2005
B.      Plus-Minus Sistem Penyelesaian Sengketa Perdagangan Internasional dalam WTO
1.      Pendahuluan
2.      Aturan Penyelesaian Sengketa GATT 1947
3.      Dispute Settlement Understanding (DSU)
4.      Implementasi DSU
5.      Penutup
C.      Tentang Kemungkinan Pengaturan Larangan Praktek Monopoli dalam Sistem Hukum WTO
1.      Pendahuluan
2.      Dimensi Internasional dari Kompetisi
3.      Persepsi yang berbeda mengenai pengaturan kompetisi
4.      Sengketa Kodak v Fuji di WTO
5.      Persoalan Kompetisi pada Pertemuan Tingkat Menteri WTO di Singapura 1996 dan Doha 2001
6.      Penutup
D.     Kekuatan Hukum dan Politik di WTO
1.      Pendahuluan
2.      Dari GATT sampai WTO
3.      Dari Marakesh Sampai Cancun
4.      Penutup
BAB VII                        PENUTUP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar